photo 1964380_741339055876234_1087541327_n_zps4167f25e.jpg

AMBULANCE GRATIS LABINAS

Alhamdulillah, Labinas telah memiliki ambulance gratis untuk kaum dhuafa dan yang tidak mampu

gedung photo labinas_zps7faac4f8.jpg

GEDUNG LABINAS

Subhanallah, gedung inilah kantor kami berkerja dan gedung inilah yang insyaALLAH menjadi rumah bagi anak-anak asuh Labinas

baksos photo 1923023_738952296114910_1679420239_n_zpsf7da2db6.jpg

DOKUMENTER

1 Dari banyaknya kegiatan yang telah terlaksana,subhanallah. Bersama Menebar Manfaat.

 photo 10177932_232632823597478_5832535994821766815_n_zps26e8c7f3.jpg

DOKUMENTER

Saat dimana terjadi kebakaran di gg.batubara, Pontianak-KalBar. tidak memakan korban jiwa. dan LABINAS menyerahkan bantuan berupa bahan-bahan logistik.

ambulance photo 1957360_741339052542901_969258311_n_zps5f373b13.jpg

PEMBERDAYAAN

LABINAS berkecimpung dalam pemberdayaan anak asuh, anak duafa dan yatim.

Kamis, 05 Juni 2014

Shiroh Sahabat - Khalifah Tak Haus Kuasa : Umar bin Abdul Aziz


       Kisah tentang khalifah tabi'in  Umar bin Abdul Aziz ini penuh inspirasi. begitu mulia kisah perjalanan salah satu sahabat nabi ini, sehingga ketika kita membaca atau mendengarkan kisahnya membuat hati ini tersentuh dengan kemuliaan akhlaknya dalam memimpin rakyatnya.
Ziyad bin Maisarah Al-MAkhzumi bercerita,
      "Suatu ketika aku diutus oleh majikanku, Abdullah bin Ayyash, dari Madinah menuju Damaskus untuk menumui Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz karena suatu keperluan. Antara aku dan Umar bin Abdul aziz pernah berhubungan lama saat dengan beliau masih menjadi menjadi gubernur Madinah.
      Ketika aku masuk, beliau sedang bersama penulisnya.Dimuka pintu aku memberi salam, "Assalamualaikum.", "Waalaikumsalam warahmatullah, wahai Ziyad" beliau menjawab.
      Tiba-tiba aku merasa bersalah tidak memberikan salam pernghormatan terhadapnya sebagai Amirul Mukminin.Maka aku mengulang salamku, "Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, wahai Amirul Mukminin." Beliau berkata, "Wahai Ziyad, kami telah menjawab salammu yang pertama, lalu apakah perlu engkau mengucapkannya dua kali?"
      Saat sekretarisnya membacakan pengaduan-pengaduan yang dikirimi dari Bashrah lewat surat, beliau berkata, "wahau Ziyad, duduklah sampai kesibukanku ini selesai," Aku pun menuruti perintahnya. lalu sekretarisnya meneruskan membaca laporan, sementara nafas Khalifah naik turun karena gelisah mendengar pengaduan-pengaduan itu.
      Ketika sekretaris itu menyelesaikan pekerjaannya dan pergi, Umar berdiri menghampiri ku.Beliau duduk disisiku dekat pintu, menaruh tangannya diatas lututku sambil berkata, beruntunglah wahai Ziyad.Engkau bisa mengenakan baju takwamu dan terhindar dari kesibukan-kesibukan yang kami tangan saat ini."
kebetulan saat itu aku menggunakan baju takwa.
      Kemudian beliau bertanya tentang banyak hal. Tentang orang-orang shalih Madinah baik pria mau pun wanitanya satu per satu.Tak ada satupun yang terlewatkan,semua beliau bertanyakan semua pada saya. juga tentang bangunan-bangunan yang dibuatnya ketika beliau msih menjadi gubernur di Madinah.Aku menjawab semuanya dengan baik.
      Setelah itu kulihat beliau meghelakan nafas panjang, lalu berkata, "Wahai Ziyad, tidaklah kau lihat bagaimana keadaan Umar sekarang?"
      Aku berkata, "Saya mengharapkan pahala dan kebaikan bagi anda." Beliau menjawab, "Alangkah jauh ..." Lalu beliau menangis, sampai aku iba melihatnya. Lalu aku berkata, "Wahai Amirul Mukminin, tenangkanlah hati anda, saya mengharapkan kebaikan bagi anda."
   Beliau menjawab, "Alangkah jauh diriku dari yang engkau harapkan.Telah datang kewenanganku untuk memaki namun tidak boleh ada orang memakiku.Ada kewenanganku untuk memukul orang,namun orang lain tidak boleh memukulku, aku boleh menyakiti manusia, sedeangkan tak satu orangpun yang berani menyakitiku. "
Beliau menangis lagi sampai aku tak tahan melihatnya karena iba dan terharu.
    Aku berada ditempat khalifah tiga hari sampai semua urusan yang diamanatkan oleh majikanku beres.Ketika aku hendak pulang, khalifah menitipkan surat untuk majikanku, meminta agar majikanku menjual diriku kepada Amirul Mukminin..Kemudian dari bawah bantalnya, Amirul mukminin mengambil uang sebesar 20 dinar lalu memberikan kepadaku.
     "Pakailah untuk meringankan kehidupanmu.Seandainya engkau punya hak atas sebagian fai', niscaya akan ku berikan untukmu."
     Mulanya aku menolak pemberiannya itu, namun beliau mendesaknya."Terimalah, ini bukan dari harta kaum muslimin atau kas negara, ini adalah uang pribadiku." Kemudian aku mohon diri untuk pulang.
     Sesampainya di Madinah, kuserahkan surat pribadi Amirul Mukminin kepada tuanku.setelah dibaca, ia pun berkata, "dia ingin aku menjualmu kepadanya semata-mata untuk membebaskanmu.Maka, kenapa bukan aku saja yang menjadi seperti dia  dan membebaskanmu?" lalu akupun dimerdekakan oleh tuanku.



sumber: MULIA



    Selama ini mukjizat Rasulullah SAW adalah mukjizat hissiyah. Beliau membelah bulan; batu mengucapkan salam; batang kayu menangis; air mengucur dari celah jarinya; makanan sedikit yang didoakan sehingga cukup untuk banyak orang; daging bakar berbicara; Abu Jahal terpaku saat hendak menjatuhkan batu saat Rasulullah SAW sujud, dan sebagainya lainnya.
Kita juga mengenal mukjizat beliau yang sangat agung, yaitu Al-Qur’an. Mukjizat ini menantang setiap orang membuat sebuah kitab dengan kehebatan seperti kehebatannya. Kehebatan kitab ini terletak di antaranya pada sisi bahasa yang sangat indah; menceritakan sejarah yang benar di masa lalu; mengandung hukum adil dan mudah diterapkan; isyarat-isyarat ilmiah dalam berbagai bidang; dan sebagainya.
Namun jarang di antara kita yang menganggap akhlak Rasulullah SAW sebagai sebuah mukjizat. Padahal Allah swt. berfirman:

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar mempunyai akhlak yang agung.” [Al-Qalam: 4].

Akhlak beliau agung, berarti tidak ada seorang pun yang bisa mempunyai akhlak seperti akhlak beliau. Tidak ada yang bisa menandinginya. Hal ini bukan karena apa-apa, tapi karena beliau adalah seorang nabi. Berarti akhlak beliau adalah mukjizat, salah satu bukti kenabian Muhammad SAW.

Muhammad SAW Adalah Manusia Biasa
Rasulullah SAW adalah manusia biasa. Bukan manusia tuhan, atau setengah tuhan. Bukan malaikat, atau setengah malaikat. Beliau benar-benar manusia biasa, tapi dipilih oleh Allah swt. untuk mengemban risalah-Nya.
Ini adalah sebuah keuntungan bagi umat manusia. Bisa diteladani, karena kesamaan bentuk, karakter, kebutuhan, kecenderungan, dan sebagainya. Jika beliau berupa malaikat, manusia tidak akan bisa meneladani karena malaikat tidak makan, minum, berbuat dosa, dan sebagainya.
Tidak ada alasan untuk menolak ajaran yang dibawa. Kalau rasul berupa malaikat, banyak manusia yang menolak ajaran dengan alasan rasul bisa melaksanakan kewajiban karena dia malaikat, sedangkan mereka bukan malaikat makanya tidak bisa melaksanakan. Allah swt. berfirman:

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku.” [Al-Kahfi; 110].
Dakwah beliau juga berbeda dengan dakwah yang lainnya; dimenangkan dengan usaha manusiawi, bukan dengan mukjizat luar biasa. Para penentang dakwahnya tidak dikalahkan dengan banjir seperi kaum nabi Nuh as., dengan laut seperti Fir’an dan pasukannya. Tapi dikalahkan dengan strategi hasil pemikiran manusia. Bahkan ketika malaikat gunung menawari Rasulullah SAW membinaskan kaum Thaif dengan ditimpakan gunung kepada mereka, beliau menolaknya.

Akhlak Bukti Kenabian Beliau
Beliau terkenal dengan julukan Ash-Shadiqul Amin. Jujur dalam berkata; amanah dalam menjaga dan menyampaikan. Akhlak bisa dijadikan bukti kenabian, karena orang yang berakhlak mulia tidak akan berbohong ketika mengaku menjadi nabi, tidak akan mencelakakan kaumnya ketika memerintahkan sesuatu, dan akan berjuang dan berkorban untuk kebaikan kaumnya.
Hanya sedikit sahabat Rasulullah SAW yang masuk Islam setelah melihat mukjizat. Hampir semuanya masuk Islam karena melihat akhlak Rasulullah saw. Bahkan ketika orang-orang musyrikin meminta diperlihatkan mukjizat, mereka tidak beriman setelah benar-benar melihatnya. Allah swt. berfirman:

“Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: “(Ini adalah) sihir yang terus menerus.” Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya.” [Al-Qamar: 1-3].

Ibunda Khadijah ra. mengetahui benar bagaimana akhlak mulia suaminya, misalnya menyambung tali kekerabatan, menanggung beban keluarga, menjamu tamu, membantu orang miskin, membantu dalam musibah, dan sebagainya. Saat beriman, beliau belum melihat satu mukjizat pun pada diri Rasulullah SAW Bahkan beliaulah yang menguatkan hati Rasulullah saw. ketika bimbang saat didatangi malaikat Jibril as.
Abu Bakar ra. adalah kawan karib Rasulullah saw. Tahu benar bagaimana kejujuran Rasulullah saw. Sehingga ketika mengaku menjadi nabi, Abu Bakar ra. langsung beriman dan mendakwahkan agama yang baru kepada musyrikin yang lain.
Raja Najasyi ra. Raja negeri Habasyah ini tidak pernah bertemu dengan Rasulullah SAW. Namun ketika mendengarkan sifat-sifat dan perjalanan dakwah beliau, Najasyi langsung meyakini bahwa Muhammad saw. adalah penerus Isa as.






Hasil dari comotan dari : http://www.dakwatuna.com/2014/01/14/44739/akhlak-rasulullah-saw-bukti-kenabiannya/#ixzz33kR0ibA8
Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook

Senin, 02 Juni 2014

Selamat datang di tempat silaturahmi sahabat LABINAS

Assalamulaikum wr.wb
apa kabar para pengguna dunia maya :3
hmmm....
alhamdulillah LABINAS kini telah memiliki web tersendiri. karena masih baru dan beginner, maka tampilan blog ini agak berantakan dan masih kurang rapi :3
sebagai postingan pertama, saya akan mempromosikan forum silaturahmi sahabat LABINAS yang ada di FB :3 nah ini web nya CLICK HERE
segala akan kekurangan saya minta maaf, wassalamualaikum wr.wb